Data Inflasi di Kota Bandung: Mei 2026
Kelompok makanan kembali menjadi penyumbang terbesar tekanan harga.
Tim Data BandungBergerak16 Agustus 20264 menit baca
Temuan utama
Pagi belum sepenuhnya terang ketika warga mulai berkumpul di ujung gang. Mereka membawa catatan, foto lama, dan ingatan yang tidak pernah dicatat siapa pun. Dari situ, cerita ini dimulai: bukan dari ruang rapat, melainkan dari pinggir.
Selama tiga pekan, kami menyusuri dokumen perizinan, mendatangi kantor dinas, dan duduk lama bersama warga yang paling terdampak. Data yang kami kumpulkan menunjukkan pola yang berulang: keputusan diambil jauh dari orang-orang yang menanggung akibatnya.
“Kami tidak pernah diajak bicara. Yang datang hanya surat,” kata seorang warga sambil menunjuk tumpukan berkas di atas meja plastiknya. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi merangkum jarak antara kebijakan dan kehidupan sehari-hari.
Pemerintah daerah menyatakan telah menjalankan prosedur sesuai aturan. Namun ketika kami meminta salinan kajian dampak, jawaban yang kami terima berputar dari satu meja ke meja lain selama dua pekan penuh.
Di tengah itu semua, warga tetap bergerak. Mereka membangun sistem peringatan sendiri, memetakan titik rawan dengan aplikasi sederhana, dan bergiliran menjaga saluran air setiap kali hujan turun terlalu lama.
Cerita ini belum selesai. Kami akan terus mengikutinya, karena persoalan yang tampak lokal ini sesungguhnya menyangkut cara kita membayangkan kota: untuk siapa ia dibangun, dan siapa yang diminta mengalah.
“Kota yang sehat adalah kota yang mau mendengar orang-orang yang paling jarang didengar.”
Laporan ini bagian dari purwarupa desain BandungBergerak.id. Isi artikel bersifat contoh.
Baca juga
Data Penurunan Tanah di Cekungan Bandung 1980–2024
Laju amblesan tertinggi tercatat di kawasan industri sisi barat cekungan.
Tim Data BandungBergerak20 Agustus 20266 menit baca
10 Tender dengan Nilai Teratas di Kota Bandung Tahun 2025
Sepuluh paket teratas menyerap hampir sepertiga nilai pengadaan kota.
Tim Data BandungBergerak18 Agustus 20265 menit baca

Di Balik Hutan yang Hilang, Apakah Negara Benar-benar Belajar dari Bencana?
Negara tidak cukup hanya hadir setelah bencana, negara juga harus hadir sebelum bencana itu terjadi.
Herlin Septiani29 Agustus 20269 menit baca
Satu surel, cerita dari pinggir yang tidak Anda temukan di linimasa.
Kami merangkum liputan, esai, dan temuan data setiap pekan. Tanpa iklan, tanpa umpan klik.